Skip to main content

Apakah Job Fair Hanya Formalitas untuk Pencari Kerja?

Penulis adalah alumnus FH Unpar, mantan Praktisi SDM, dan Pemegang 7 Rekor MURI peraih gelar akademik & sertifikasi pendidikan terbanyak di Indonesia.

Viral video di media sosial yang memuat komentar seorang pelaku bidang Sumber Daya

Manusia (SDM) yang menyatakan bahwa job fair sekadar omong kosong, di era yang saat ini

sudah serba online mengapa masih ada sistem offline dalam proses rekrutmen? Menurutnya,

yang terjadi, ajang dimaksud justru dipergunakan untuk branding kantor bekerja sama dengan

dinas dan kementerian terkait, untuk KPI (Key Performance Indicator) orang kedinasan,

sehingga jangan berharap banyak dengan bursa kerja.

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer,

membantah keras hal tersebut dan menyebutnya sebagai pernyataan yang tidak bertanggung

jawab dan meminta yang menyatakan hal itu segera dipecat, sehubungan komentarnya mengada-

ada.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Yassierli, berpendapat bahwa job fair diadakan

sebagai bukti kehadiran pemerintah. Bilamana tidak siap, maka jangan melaksanakan bursa

kerja. Pada job fair, terbukti beberapa perusahaan melakukan walk-in-interview. “Apakah ada

hanya yang formalitas? saya tidak bisa mengatakan tidak, namun saya yakin, kegiatan job fair

akan diapresiasi oleh unit usaha, sehubungan hal ini sebagai tindak lanjut dari wajib lapor

lowongan ketenagakerjaan”, ujar guru besar Teknik Industri ITB tersebut.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM)

Heriyanto Agung Putra, menyatakan bahwasanya job fair merupakan event yang membuka

opportunity bagi pelamar kerja guna memperoleh pekerjaan dan informasi berkaitan dengan

model kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Internasional

Pada umumnya, job fair, memang akan mempertemukan antara kandidat-pencari kerja dengan pemberi kerja yang tengah membutuhkan kandidat karyawan baru, dan melalui langkah ini, citra

korporasi dapat terbentuk sekaligus adanya transparansi pada proses rekrutmen.

Bagi korporasi yang membutuhkan calon tenaga kerja secara cepat dan untuk mengisi posisi

yang sudah lama lowong, maka langkah job fair, merupakan salah satu alternatif guna menjawab

hal dimaksud.

Secara umum, tidak hanya perusahaan yang menyelenggarakan job fair. Sejumlah universitas

bekerja sama dengan unit bisnis, lazim mengadakan kegiatan serupa, di mana hal tersebut

merupakan pola yang bersifat umum dan telah dilaksanakan di banyak negara, seperti yang baru

saja dilangsungkan di Seoul, Korea Selatan, 19-20 Mei lalu melalui “Global Talent Fair”, sebuah

ajang pencarian kandidat pencari kerja terbesar di negeri “giseng” tersebut. Hal ini serupa

dengan yang misalnya diadakan pada Houston Career Fair atau Michigan Skill Career Job di

Amerika Serikat.

Terlepas dari hal tersebut, tentu yang terpenting adalah mencegah gelombang PHK terus

meningkat, di mana wajib terjadi penciptaan lapangan kerja baru melalui eskalasi investasi,

sehubungan dapat saja meskipun lapangan kerja bertambah namun masih belum cukup

menampung angkatan kerja baru dan pekerja yang terdampak PHK.

Data dari Badan Pusat Statitstik (BPS) untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada

Februari 2025 tercatat sebesar 4,76 persen (7,28 juta orang. Sebagai komparasi, untuk Februari

2021, data yang sama menunjukkan angka 6,26%; tahun 2022 sebesar 5,83%; tahun 2023

berjumlah 5,45%, dan tahun 2024 sebesar 4,82%.

BPS mencatat pula tingkat pengangguran terbuka berdasarkan kelompok umur, terbanyak pada

rentang usia 15-24 tahun sebesar 16,16% diikuti umur 25-35 tahun sebanyak 3,04%, dan >60 tahun sebesar 1,67%.

Di sisi lain, penduduk Indonesia yang bekerja menurut jam kerja pada Februari 2025, untuk yang

bekerja secara penuh waktu (lebih atau sama dengan 35 jam kerja/minggu) berjumlah 96,48 juta

orang atau 66,19% dan pekerja tidak penuh waktu (1-34 jam/minggu) mencapai 49,29 juta orang

(33,81%).

Pada akhirnya, tentu pengadaan job fair tidaklah salah, merupakan sebuah mekanisme untuk

mempertemukan antara pencari kerja dengan pemberi kerja dan pemerintah serta pemangku

kepentingan terkait lainnya perlu seluas-luasnya menciptakan peluang kerja baru dengan

penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi para para investor.***

Disclaimer: Kolom adalah komitmen Pikiran Rakyat memuat opini atas berbagai hal. Tulisan ini bukan produk jurnalistik, melainkan opini pribadi penulis.

Comments

Popular posts from this blog

Bintang Keberuntungan Berkelip Terang, 6 Shio Siap Rasa Peningkatan Karier, Cinta, dan Kesehatan

- Keberuntungan diyakini akan berpihak kepada enam shio dalam kalender astrologi Tiongkok di bulan ini. Prediksi ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari peningkatan karier, kesehatan yang membaik, hingga peruntungan dalam hubungan cinta. Dilansir dari kanal YouTube Naura Kom, Rabu (4/6), enam shio tersebut diprediksi mengalami lonjakan positif dalam kehidupan mereka. Baik dalam aspek keuangan, pendidikan, hingga hubungan keluarga, bulan ini disebut-sebut sebagai momentum emas bagi para pemilik shio tersebut untuk mewujudkan keinginan terdalam mereka. Berikut adalah enam shio yang masuk dalam daftar paling beruntung dan berpotensi menjadi primadona dalam lingkungan kerja, pertemanan, hingga keluarga. 1. Shio Ular: Peluang Besar dalam Pendidikan dan Pengembangan Diri Shio Ular yang lahir pada tahun 1977 (unsur api), 1989 (unsur tanah), 2001 (unsur logam), dan 2013 (unsur udara) diprediksi akan menerima peluang besar dalam bidang pendidikan. Bula...

Waktunya Naik Level! 6 Shio yang Bakal Dapat Tawaran Kerja Menuju Financial Freedom

- Ketika banyak orang merasa jalan kariernya mulai stagnan atau justru penuh tantangan, ada beberapa orang yang justru akan menemukan pintu rezeki baru yang sebelumnya tak terbayangkan.

LINK SIARAN LANGSUNG Chile vs Argentina: Nikmati Aksi Kualifikasi Piala Dunia

- Sesaat lagi berlangsung pertandingan Chile vs Argentina di Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Saksikan laga Chile vs Argentina. Chile akan bentrok melawan Argentina di laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL, Jumat (6/6/2025) pagi ini. Chile menjamu Argentina di markas Chile, Stadion National Julio Martinez Pradanos. Jadwal tayang kick-off Chile vs Argentina dimulai pada pukul 08.00 WIB. Pertandingan Chile vs Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2026 akan disiarkan live streaming TV Online dan Vidio. Dari kubu Argentina, Lionel Scaloni dikabarkan tidak bisa memastikan Lionel Messi tampil sebagai starter atau dari bangku cadangan. Scaloni masih ingin melihat kondisi Lionel Messi pada sesi latihan terakhir, sebelum ia benar-benar memastikan starting XI Argentina untuk melawan Chile. Akan ada perubahan dan rotasi, hal itu dikarenakan banyaknya pemain Argentina yang menjalani hukuman larangan bermain akibat akumulasi kartu, cedera, dan kondisi...